Sejarah 3kingdoms

Cerita di mulai pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Dinasti Han di China, ketika kasim-kasim istana banyak memperdaya kaisar dan memecat periwra-perwira yang melawan mereka. Akibat perbuatan itu, korupsi yang mengakibatkan kemerosotan besar di seluruh sektor merajalela. Pada masa kekuasaan Kaisar Ling, muncul Pemberontakan Sorban Kuning yang dipimpin oleh Zhang Jiao. Di bab awal ini, banyak tokoh-tokoh penting diperkenalkan, termasuk di antaranya Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Cao Cao, dan Sun Jian.

Pemberontakan itu akhirnya bisa dihancurkan oleh tentara kekaisaran di bawah komando He Jin, mertua kaisar Ling. Namun, takut akan kemungkinan semakin membesarnya kekuatan He Jin, kasim-kasim istana yang korup menjebaknya datang sendirian ke istana, lalu membunuhnya. Pengawal-pengawal yang menunggu di luar istana, dipimpin oleh Yuan Shao, merespon pembunuhan ini dengan masuk ke dalam dan membunuh semua yang ada di sana. Dalam situasi mencekam dan penuh kepanikan, Kaisar Shao dan Pangeran Chenliu menghilang dari istana.

Taktik yang terkenal:

Pada suatu ketika, Zhuge Liang tinggal di markas besar pasukan kerajaan Wu untuk memformulasi strategi umum dengan Zhou Yu. Persekutuan antara Shu dan Wu sejak awal tidak berjalan mulus. Zhou Yu adalah seorang jenderal muda yang tampan, elegan, dan berbakat, tetapi dia merasa bahwa Zhuge Liang lebih hebat daripada dirinya dalam segi intelektual dan kemampuan. Dia merasa tidak aman dan menganggap Zhuge Liang memiliki potensi mengancam Wu. Dia ingin membunuh Zhuge, tetapi penasihatnya Lu Su menyarankan agar saat ini memanfaatkan Zhuge Liang untuk menghadapi Cao Cao. Dia dapat membunuhnya setelah Cao Cao dikalahkan.

Ketika Lu Su pergi untuk menemui Zhuge Liang, Zhuge memberinya selamat atas kesuksesannya untuk melenyapkan kedua jenderal dari utara yang membelot kepada Cao Cao.

“Kamu hanya dapat membodohi Jiang Gan,” kata Zhuge Liang. “Kamu tidak dapat membodohi Cao Cao. Dia pasti segera menyadari kesalahannya meskipun dia tidak mengakuinya. Kedua jenderal baru yang ditunjuk untuk menggantikan Cai Mao dan Zhang Yun tidak mempunyai kemampuan. Tetapi jangan beritahu Zhou Yu tentang apa yang saya katakan. Saya mengetahui perasaannya terhadap saya.”

Lu Su berjanji tidak akan mengatakan apa pun, tetapi dia tetap melaporkan apa yang dikatakan Zhuge Liang kepada Zhou Yu juga. Zhou merasa terganggu dengan pikiran Zhuge. Dia memutuskan untuk mencari cara untuk mempermalukannya.

Keesokan harinya, Zhuge diundang untuk menghadiri rapat dengan Zhou Yu dan prajurit militernya.

“Senjata apa yang sangat penting untuk pertarungan di air?” tanya Zhou Yu kepada Zhuge.

“Panah adalah yang terbaik,” jawab Zhuge.

“Saya setuju denganmu. Tetapi persediaan anak panah kami hampir habis. Dapatkah kamu membantu kami untuk mendapatkan anak panah? Kami membutuhkan 100.000 anak panah untuk pertempuran berikutnya. Saya harap kamu tidak menolak permohonan saya.”

“Saya pasti akan melakukan yang terbaik,” kata Zhuge. “Kapan kamu membutuhkan anak-anak panah tersebut?”

“Dapatkah kamu menyediakannya dalam waktu sepuluh hari?”
“Musuh mungkin datang sewaktu-waktu. Sepuluh hari terlalu lama.”
“Berapa banyak waktu yang kamu pikir kamu butuhkan?”
“Saya akan menyiapkannya dalam waktu tiga hari.”
“Jangan bercanda dalam kemiliteran!”

“Bagaimana saya berani membuat lelucon dengan anda, Jenderal? Jika saya tidak dapat mengirimkannya pada waktunya, saya bersedia menerima hukuman dan saya bersedia memberikan jaminan tertulis. Sudah terlambat untuk memulai hari ini. Saya akan memulainya besok. Tiga hari mulai besok, mohon kirimkan lima ratus orang ke tepi sungai untuk mengumpulkan panah.”

Zhou Yu merasa senang. Dia menyuruh bawahannya untuk menulis dokumen lalu ditandatangani oleh Zhuge. Kemudian secara rahasia dia memerintahkan untuk menyembunyikan material yang dibutuhkan untuk membuat panah dan para pekerja diperintahkan untuk bekerja dengan lambat. Dia yakin bahwa Zhuge tidak akan mampu memenuhi janjinya. Maka dia mengirim Lu Su untuk mengawasi Zhuge.

Zhuge menyalahkan Lu Su karena tidak menepati janjinya dan memintanya untuk membantunya.

“Tetapi kamu sendiri yang memberi masalah bagi dirimu sendiri. Bagaimana saya dapat membantumu?”

“Kamu dapat. Saya ingin meminjam dua puluh perahu darimu, dengan armada tiga puluh orang di setiap kapal. Tolong siapkan paling sedikit seribu orang-orangan dari jerami yang ditutupi dengan kain hitam dan bariskan mereka di kedua sisi dari kapal. Tetapi kamu harus tidak boleh membocorkan hal ini kepada Jenderal Zhou Yu, atau rencanaku akan gagal.”

Lu Su menjadi bingung, tetapi mematuhi Zhuge. Perahu siap tanpa sepengetahuan Zhou Yu. Hari pertama dan kedua berlalu. Zhuge tidak melakukan apa-apa.

Pada pukul 2 sebelum matahari terbit pada hari ketiga, Zhuge secara diam-diam pergi untuk berjumpa dengan Lu Su. “Mari ke kapal dengan saya. Kita akan mendapatkan panah.”

“Dari siapa?”
“Jangan tanya. Kamu akan lihat.”

Dua puluh perahu diikatkan menjadi satu dengan tali yang panjang, dan dilayarkan menuju utara. Kabut yang pekat menyelimuti sungai seperti tirai. Jangkauan melihat berkurang menjadi hanya beberapa kaki. Pada pukul 4, perahu-perahu itu mendekati markas Cao Cao. Zhuge memerintahkan awak kapal untuk menabuh genderang dan meneriakkan nyanyian perang.

Lu Su menjadi kaget. “Bagaimana jika musuh keluar dan menyerang kami?”

Zhuge tertawa. “Saya sangat terkejut kalau Cao Cao mau berspekulasi dengan cuaca seperti ini. Mari minum. Kita akan kembali ketika kabut hilang.”

Cao Cao mencurigai adanya jebakan ketika dia mendengar bunyi genderang dan suara orang berteriak. Untuk mencegah musuh mendarat, dia memerintahkan kepada pasukan angkatan lautnya untuk menghujani perahu yang datang dengan hujan panah. Tambahan enam ribu prajurit infantri dikerahkan untuk membantu para prajurit angkatan laut itu.

Zhuge memerintahkan supaya perahu itu dibelokkan untuk mendekati tepi sungai untuk mendapatkan lebih banyak anak panah saat awak kapal terus menerus memukul genderang dan berteriak. Anak panah berjatuhan ke kapal seperti hujan.

Ketika matahari bersinar dan kabut terangkat, Zhuge memerintahkan perahu-perahu itu untuk ditarik pulang. Melihat orang-orangan dari jerami dipenuhi oleh panah di kedua sisi perahu, dia memerintahkan awak kapal untuk berteriak:

“Terima kasih, Perdana Menteri, atas anak-anak panah ini!”

Pada saat Cao Cao mendapatkan laporan, perahu-perahu Zhuge telah beberapa mil jauhnya dan tidak mungkin dikejar.

“Kamu sangat genius,” kata Lu Su kagum. “Bagaimana kamu dapat mengetahui bahwa akan ada kabut hari ini?”

“Seorang jenderal yang mengabaikan astronomi, geografi, dan kesempatan tidak akan pernah berprestasi di atas rata-rata. Saya telah memprediksikan tiga hari yang lalu bahwa akan ada kabut yang sangat pekat pagi ini. Itu sebabnya saya meminta tenggang waktu tiga hari. Ketika Zhou Yu menawarkan saya waktu sepuluh hari tetapi menahan tenaga kerja dan material, jelaslah bahwa dia tidak menginginkan saya untuk menang sehingga dia dapat menghukum saya. Tetapi bagaimana mungkin dia dapat melukai saya jika takdir saya ditentukan oleh Surga?”

Lima ratus tentara sedang menunggu di tepi selatan sungai untuk mengumpulkan anak panah. Jumlah anak panah itu melebihi 150.000 buah. Sangat terkejut bahwa Zhuge dapat mengumpulkan sedemikian banyak anak panah, Zhou Yu mau tidak mau harus memujinya.

Mereka kemudian bertemu untuk mendiskusikan upaya penyerangan mereka. Zhou Yu mengungkapkan bahwa dia mempunyai beberapa ide tetapi tidak begitu yakin dengan idenya. Zhuge berkata, “Jangan katakan. Mari kita tulis di telapak tangan kita untuk melihat apakah jalan pikiran kita sama.”

Keduanya tertawa ketika masing-masing melihat huruf “Api” pada telapak tangan masing-masing.

__________________

We kill because we are afraid of our own shadow, afraid that if we used a little common sense we’d have to admit that our glorious principles were wrong. ~Henry Miller

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: